2 September 2010

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

banner
UNDANGAN DISKUSI
"Memahami Isu Krisis Pangan Dunia"

“Krisis pangan” sedang melanda dunia, demikianlah banyak dilaporkan di media massa. Kenaikan harga pangan dunia telah mencapai 50% dalam kurun waktu setahun, menurut Food and Agriculture Organization pada sebuah laporan bulan Mei lalu. Dampak krisis digambarkan sebagai sangat mengkhawatirkan, mulai dari bahaya kelaparan massal hingga ke kerusuhan sosial. Menurut World Bank, kenaikan harga pangan tahun ini akan mendorong 100 juta orang ke jerat kemiskinan. Namun, dalam keadaan ini ada pula yang melihat sisi positifnya: harga tinggi pangan akan mendorong investasi di bidang ini, yang bisa berarti ketersediaan pangan dan harga akan kembali normal.

Sudah banyak forum yang mencoba mengupas wacana krisis global ini. Yang terbaru mungkin yang terjadi di website The Economist.* Diskusi tersebut menyimpulkan harga tinggi pangan saat ini bukanlah melulu persoalan, melainkan suatu hal yang baik atau buruknya perlu dilihat kembali konteks persoalannya.

Bagaimana memahami wacana hangat ini, dan yang terpenting, bagaimana menguraikannya agar kita bisa terbantu memahaminya dalam konteks situasi di Indonesia saat ini?

Untuk itu, Freedom Institute bekerjasama dengan Friedrich Naumann Stiftung dan komunitas blogosfir www.cafesalemba.blogspot.com mengundang Anda untuk hadir dan berdiskusi bersama Prof. Dr. Bungaran Saragih (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Arianto Patunru (Universitas Indonesia) pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 28 Agustus 2008
Pukul: 18.00 – 21.00 (dimulai makan malam)
Tempat: Kantor Freedom Institute Jalan Irian No. 8, Menteng, Jakarta Pusat

Untuk konfirmasi kehadiran, silakan hubungi Sdri. Tata atau Nadya di 021 31909226.

Terima kasih untuk perhatian Anda.

Salam,
Luthfi Assyaukanie
Deputi Direktur


* The Economist
Bahan Diskusi

telah dibaca : 1929

BERITA SEBELUMNYA
Melanjutkan tradisi yang sudah berlangsung selama delapan tahun, kali ini Freedom Institute memberikan penghargaan tahunan di lima bidang berikut: kesusastraan, pemikiran sosial, kedokteran, sains, dan teknologi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ditambahkan satu hadiah khusus yang diberikan kepada peneliti muda di bawah 40 tahun.

Inilah para penerima PAB 2010:
Sitor Situmorang (bidang Kesusastraan)
Daoed Joesoef (bidang Pemikiran Sosial)
S. Yati Soenarto (bidang Kedokteran)
Daniel Murdiyarso (bidang Sains)
Sjamsoe’oed Sadjad (bidang Teknologi)
Ratno Nuryadi (Hadiah Khusus)
imageKemarin (21 juni 2010) Freedom Institute telah menerima surat dari Sdr. Goenawan Mohamad, penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2004 untuk kategori kesusastraan. Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi karya, dedikasi dan pengabdian Sdr. Goenawan terhadap dunia sastra dan kebudayaan Indonesia. Lewat surat tersebut, Sdr. Goenawan mengembalikan penghargaan yang diterimanya kepada Freedom Institute.
B A N N E R
Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi Laporan Kegiatan Desember 2008 - November 2009 banner agenda 2009 banner gerakan kebebasan sipil banner kpw banner freelib banner diskusi banner penghargaan banner 68 tahun bakrie untuk negeri
VIDEO
fins-video


FOTO