20 Mei 2013
  • Yahoo Messenger

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

SIARAN PERS
Economic Freedom Network Asia Serukan Pembebasan Pergerakan dan Perlindungan bagi Pekerja Migran Domestik dan Internasional


imageKonferensi internasional tahunan Economic Freedom Network Asia (www.efnasia.org) telah menyerukan pembebasan pergerakan dan perlindungan hak dasar bagi pekerja migran domestik dan internasional.

Di dalam resolusi yang diadopsi oleh lebih dari 150 peserta konferensi bertajuk “Migrasi dan Kesejahteraan Bangsa-Bangsa”, 6-8 Oktober 2010 di Jakarta, itu EFN Asia juga menyerukan agar pemerintahan di Asia menjunjung tinggi kebebasan warga Negara untuk bergerak mencari kesejahteraan bagi diri dan keluarga mereka.

“Perpindahan penduduk adalah fakta yang tak bisa diingkari. Di dunia yang terintegrasi secara global seperti saat ini, yang ditandai oleh hubungan dagang dan komunikasi lintas batas, imigrasi jadi kian penting,” demikian resolusi itu dibuka.

“Para migran membawa pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi dan keanekaragaman budaya. Migrasi mengarah pada penciptaan kemakmuran – bagi orang per orang, negara tujuan dan negara kampung halaman. Namun demikian, ada persepsi yang keliru bahwa hanya perpindahan penduduk keluar yang membawa manfaat bagi negara kampung halaman, sementara pergerakan penduduk masuk ke satu negara membawa beban yang merugikan,” lanjut jaringan yang telah bekerja sama dengan jaringan Economic Freedom of the World Report ( www.freetheworld.com) sejak tahun 1998 ini.

”Para migran juga terancam oleh berbagai kemungkinan buruk. Mereka yang miskin dan berketrampilan rendah secara khusus sangat rentan dieksploitasi,” seru resolusi EFN Asia.

Resolusi ditutup dengan penyataan, ” Kami percaya bahwa semua rekomendasi ini harus diterima secara universal oleh semua negara. Hak-hak migran harus dilindungi dan kedaulatan hukum harus dtegakkan tanpa diskriminasi. Akhirnya harus ada mekanisme pendukung bagi pemangku kepentingan publik dan privat untuk membantu melancarkan perpindahan penduduk (migrasi).”

Berikut ini adalah naskah lengkap resolusi itu, dalam dua bahasa, Inggeris dan Indonesia, yang dibacakan pada malam 8 Oktober 2010, di Gedung Serbaguna Freedom Institute, Jalan Proklamasi 41, Jakarta.

Unduh Resolusi Konferensi EFN .doc

EFN Converence Resolution Download .doc

telah dibaca : 68115

BERITA SEBELUMNYA
imageKebebasan seperti apakah yang paling penting untuk kehidupan manusia? Isaiah Berlin membagi dua jenis kebebasan dalam bukunya "Two Concept Of Liberty". Pertama adalah kebebasan negatif yaitu kondisi yang meniadakan penghalang kebebasan. Kedua adalah kebebasan positif yang mengandaikan manusia bisa bebas melakukan hal-hal yang baik dan positif. Konsep negatif di atas telah mengilhami beberapa ide yang serupa dari Friedrich Hayek, Milton Friedman, hingga Amartya Sen. Forum Freedom pada hari Kamis, 5 April 2013 menyelenggarakan diskusi untuk membahas hal tersebut bersama Robertus Robet dari Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan Romo A. Setyo Wibawa dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Ulil Abshar Abdalla dari Freedom Institute menjadi moderator dalam diskusi kali ini.

Romo Setyo yang mendapat giliran pertama untuk berbicara. Di awal bahasannya, Romo berbicara tentang artikel Fred Mcmahon yang menjadi referensi diskusi kali ini.
imageGedung serbaguna Wisma Proklamasi di sore 23 April itu dipenuhi oleh kaum muda yang datang untuk menonton dan mendiskusikan film “Rectoverso” yang dipilih oleh kine klub kerjasama Freedom Institute dan The Japan Foundation untuk menyambut Hari Kartini. Film berdurasi 110 menit ini menarik antara lain karena menonjolnya sosok perempuan, baik yang berperan di depan kamera, dan terutama yang bekerja di belakang lensa. Berangkat dari “novel” karya Dewi Lestari (Dee), film ini menghadirkan lima cerita yang masing-masing disutradarai oleh lima perempuan yang selama ini lebih dikenal sebagai aktris. Mereka adalah Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lidya, dan Happy Salma.

Dalam diskusi yang berlangsung seru itu, peran perempuan memang sempat dibahas, tapi dengan segera topik ini mundur menyisihkan diri. Paparan yang disampaikan oleh pembicara Marcella Zalianty (produser “Rectoverso”, surtadara “Malaikat Juga Tahu”) dan Olga Lydia (sutradara “Curhat untuk Sahabat”) memancing tanggapan dari peserta diskusi untuk membahas:
imageBeberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 13 April 2013 Perpustakaan Umum Freedom menerima kunjungan dari SD, SMP serta SMK Lazuardi yang merupakan sekolah Islam yang didirikan oleh Yayasan Lazuardi Hayati yang berwawasan global dan menerapkan kurikulum internasional dari University Of Cambridge International Examinations. Yayasan Lazuardi Hayati ini berpandangan Islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students).

Dalam rangka memperingati Hari Buku Dunia atau yang disebut dengan World Book Day yang bertepatan pada tanggal 23 April 2013 para guru dari Sekolah Lazuardi memilih Perpustakaan Umum Freedom sebagai salah satu tujuan kunjungan. Adapun tujuan dari kunjungan kali ini adalah untuk mengenalkan para siswa pada perpustakaan.
image100 Kali sudah, Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) telah mengadakan pertemuan bulanannya. Berarti sudah 8 tahun 4 bulan usianya kini. Dan tidak terasa juga sudah 1 tahun, KJK mengadakan pertemuannya di Wisma Proklamasi, Jl.Proklamasi no.41 Jak-Pus @freedominstitute. Tempat yang begitu asri, dan sangat cocok sekali untuk kegiatan sebuah komunitas seperti KJK ini. Dan yang terpenting Freedom Institute dan KJK memiliki visi dan misi yang sama. Ini membuat KJK seperti di rumah sendiri dan terasa sekali disupport, diapreasiasi di saat main dan tidak main.

Pertemuan seperti biasanya dimulai pada pukul 1 siang. Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Yang biasanya, pada pukul 13.00-15.00, adalah acara Nonton Bareng, selama 2 jam penuh, dan diputarkan film Jazz yang langka, tentang sebuah tokoh, atau cerita cerita yang berkaitan dengan perkembangan dan sejarah jazz. Kali ini yang diputar adalah film “Beben Jazz- Totalitas sebuah pengabdian” (wah, film tentang saya nih).
Laporan Kegitan Freedom Institute 2011 EFN Converence Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi banner freelib banner diskusi banner penghargaan
VIDEO PROFIL


VIDEO
FOTO


Â