21 Mei 2013
  • Yahoo Messenger

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

Klub Sains: Otak dan Peradaban


imageFreedom Institute bersama komunitas pemerhati sains modern telah mengadakan sebuah diskusi tentang pencapaian modern dalam studi otak manusia beberapa minggu yang lalu. Sejalan dengan filsafat liberalisme klasik yang mendasarkan argumennya pada temuan-temuan ilmiah yang mencoba memahami manusia dan upayanya mengorganisasikan diri dalam sebuah sistem sosial kemasyarakatan, diskusi ini dibayangkan sebagai peretas bagi terbentuknya komunitas Indonesia yang lebih berpikiran rasional dan terbuka terhadap beragam pemikiran maupun perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Temuan-temuan ilmiah itu seringkali berbenturan dengan prasangka, paham, bahkan tatanan yang dominan saat ini, yang semuanya menghambat gerak maju perkembangan manusia.

Seri diskusi pertama, dimulai Rabu 1 Juni 2011, diawali dengan diskusi tentang otak manusia menurut riset dan temuan-temuan terbaru di bidang neurosains. Otak, ditunjukkan lewat presentasi pakar neurosains Roslan Yusni Hasan, didudukkan sebagai faktor penentu pembentuk peradaban manusia. Tanpa otak yang telah berevolusi cukup jauh, tak akan ada peradaban. Tanpa otak yang bekerja untuk keperluan survival manusia, maka tidak akan ada Tuhan, apalagi agama, yang memang cukup efektif untuk mendukung survivabilitas manusia pada kurun waktu dan keadaan sejarah yang silam. Konsep agama dan Tuhan, sampai batas tertentu telah membantu leluhur manusia untuk bekerjasama menghadapi keadaan yang buruk sehingga bisa lestari menghadapi seleksi alam. Namun kini, banyak hal yang diajarkan agama-agama, yang justeru tegak menghambat perkembangan manusia menuju tingkat yang lebih baik. Agama-agama, dalam posisi seperti ini, menjadi sesuatu yang dengan sistematis menampik tujuan besarnya sendiri.

Ryu Hasan yang juga terlibat dalam tim penelitian tentang telemorase (bagian dari gen penentu panjang umur organisme) di Tokyo University ini memaparkan serangkaian penelitian mutakhir untuk mendukung argumen tentang keterkaitan kerja otak dan kelahiran serta perkembangan agama itu. Ryu yang tumbuh dalam keluarga ulama muslim itu berbicara agak banyak tentang agama islam yang dikenalnya dengan cukup rinci itu. Video dan audio Ryu dapat didapatkan di website ini.

Diskusi yang dihadiri sekitar 100 orang dan berlangsung hampir tiga jam ini akan dilanjutkan lagi dalam diskusi selanjutnya yang akan dilaksanakan secara berkala. Tentatif tema diskusi adalah sebagai berikuit:

1. Otak dan Moralitas
2. Otak, Gender, dan Identitas-identitas Lainnya
3. Evolusi dan Watak Manusia: Kasus Nusantara
4. Otak dan Kemungkinan-kemungkinan Masa Depan Manusia

Tema-tema yang akan dibahas itu akan disorot dengan perspektif neurosains dan evolusi biologi.
Moderator diskusi yang juga koordinator Klub Sains Freedom Institute, Nirwan Arsuka, menginformasikan bahwa selain diskusi umum yang dilaksanakan setiap bulan, klub sains juga akan mengadakan serangkaian lokakarya di mana peminat yang terpilih akan berkesempatan mendalami lebih lanjut diskusi sejenis ini secara intensif dan santai. Lokakarya ini akan mencoba merangkum berbagai spektrum pembicaraan tentang sains, tentang perubahan pandangan dunia yang disebabkan oleh temuan-temuan terbaru terutama di berbagai bidang Ilmu-ilmu alam (physical sciences) dan Ilmu-ilmu kehidupan (life sciences). Dengan diskusi terbuka dan lokakarya berkala itu diharapkan akan berkembang jaringan komunitas epistemis yang berpikir dinamis dan anti-dogma, sejalan dengan watak dan pencapaian ilmu pengetahuan modern yang, mengutip filosof Ernst Cassirer, merupakan langkah terakhir dalam perkembangan mental manusia dan boleh dianggap sebagai pencapaian tertinggi dan paling karakteristik dalam kebudayaan manusia. Harapan klub sains ini, pada dasarnya, adalah penerusan dari semangat inti agama dan filsafat yang hendak mendekati kebenaran, menyisihkan kesalahan, dan merayakan kehidupan.



Makalah Ryu Hasan


telah dibaca : 8631

BERITA SEBELUMNYA
imageKebebasan seperti apakah yang paling penting untuk kehidupan manusia? Isaiah Berlin membagi dua jenis kebebasan dalam bukunya "Two Concept Of Liberty". Pertama adalah kebebasan negatif yaitu kondisi yang meniadakan penghalang kebebasan. Kedua adalah kebebasan positif yang mengandaikan manusia bisa bebas melakukan hal-hal yang baik dan positif. Konsep negatif di atas telah mengilhami beberapa ide yang serupa dari Friedrich Hayek, Milton Friedman, hingga Amartya Sen. Forum Freedom pada hari Kamis, 5 April 2013 menyelenggarakan diskusi untuk membahas hal tersebut bersama Robertus Robet dari Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan Romo A. Setyo Wibawa dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Ulil Abshar Abdalla dari Freedom Institute menjadi moderator dalam diskusi kali ini.

Romo Setyo yang mendapat giliran pertama untuk berbicara. Di awal bahasannya, Romo berbicara tentang artikel Fred Mcmahon yang menjadi referensi diskusi kali ini.
imageGedung serbaguna Wisma Proklamasi di sore 23 April itu dipenuhi oleh kaum muda yang datang untuk menonton dan mendiskusikan film “Rectoverso” yang dipilih oleh kine klub kerjasama Freedom Institute dan The Japan Foundation untuk menyambut Hari Kartini. Film berdurasi 110 menit ini menarik antara lain karena menonjolnya sosok perempuan, baik yang berperan di depan kamera, dan terutama yang bekerja di belakang lensa. Berangkat dari “novel” karya Dewi Lestari (Dee), film ini menghadirkan lima cerita yang masing-masing disutradarai oleh lima perempuan yang selama ini lebih dikenal sebagai aktris. Mereka adalah Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lidya, dan Happy Salma.

Dalam diskusi yang berlangsung seru itu, peran perempuan memang sempat dibahas, tapi dengan segera topik ini mundur menyisihkan diri. Paparan yang disampaikan oleh pembicara Marcella Zalianty (produser “Rectoverso”, surtadara “Malaikat Juga Tahu”) dan Olga Lydia (sutradara “Curhat untuk Sahabat”) memancing tanggapan dari peserta diskusi untuk membahas:
imageBeberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 13 April 2013 Perpustakaan Umum Freedom menerima kunjungan dari SD, SMP serta SMK Lazuardi yang merupakan sekolah Islam yang didirikan oleh Yayasan Lazuardi Hayati yang berwawasan global dan menerapkan kurikulum internasional dari University Of Cambridge International Examinations. Yayasan Lazuardi Hayati ini berpandangan Islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students).

Dalam rangka memperingati Hari Buku Dunia atau yang disebut dengan World Book Day yang bertepatan pada tanggal 23 April 2013 para guru dari Sekolah Lazuardi memilih Perpustakaan Umum Freedom sebagai salah satu tujuan kunjungan. Adapun tujuan dari kunjungan kali ini adalah untuk mengenalkan para siswa pada perpustakaan.
image100 Kali sudah, Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) telah mengadakan pertemuan bulanannya. Berarti sudah 8 tahun 4 bulan usianya kini. Dan tidak terasa juga sudah 1 tahun, KJK mengadakan pertemuannya di Wisma Proklamasi, Jl.Proklamasi no.41 Jak-Pus @freedominstitute. Tempat yang begitu asri, dan sangat cocok sekali untuk kegiatan sebuah komunitas seperti KJK ini. Dan yang terpenting Freedom Institute dan KJK memiliki visi dan misi yang sama. Ini membuat KJK seperti di rumah sendiri dan terasa sekali disupport, diapreasiasi di saat main dan tidak main.

Pertemuan seperti biasanya dimulai pada pukul 1 siang. Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Yang biasanya, pada pukul 13.00-15.00, adalah acara Nonton Bareng, selama 2 jam penuh, dan diputarkan film Jazz yang langka, tentang sebuah tokoh, atau cerita cerita yang berkaitan dengan perkembangan dan sejarah jazz. Kali ini yang diputar adalah film “Beben Jazz- Totalitas sebuah pengabdian” (wah, film tentang saya nih).
Laporan Kegitan Freedom Institute 2011 EFN Converence Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi banner freelib banner diskusi banner penghargaan
VIDEO PROFIL


VIDEO
FOTO


Â