19 Mei 2013
  • Yahoo Messenger

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

Undangan Terbuka Diskusi Kompleksitas
"Evolusi Ekuilibrium: Dampak Teoretis dan Empiris Dalam Ekonomi"


Konsep ekuilibrium adalah "jantung" analisis ekonomi modern. Pada diskusi seri ke-3 Kompleksitas yang diselenggarakan Freedom Institute dan Bandung Fe Institute ini, akan dibahas evolusi konsep ekuilibrium dalam ilmu ekonomi.

Aplikasi fisika klasik dalam bidang ekonomi, yang dipelopori oleh William Stanley Jevons, Leon Walras, Alfred Marshall dan Irving Fisher telah melahirkan perspektif ekonomi neoklasik. Orientasi dari perspektif ini adalah mencari dan mendeduksi pengetahuan dari konsep ekuilibrium tunggal. Ia melahirkan sebuah karakter ilmu yang secara teoretis bersifat ahistoris, menolak intervensi, dan mengabaikan perubahan struktural akibat faktor eksogen. Aplikasi empiris dari paradigma ini menggunakan perspektif mekanika statistik klasik. Pada perkembangan selanjutnya terlihat bahwa perspektif ekuilibrium unik dan stabil tersebut memiliki sejumlah cacat teoretis yang sangat besar, baik pada level ekuilibrium parsial maupun general.

Pada dekade 80-an mulai berkembang perspektif baru dalam ilmu ekonomi, dengan mulai mengadaptasi konsep-konsep fisika kontemporer, seperti analisis sistem non-linier, mekanika statistik kontemporer, dan lain sebagainya. Perkembangan tersebut membawa perspektif ekuilibrium majemuk dalam ilmu ekonomi. Cara pandang ini mengubah cakrawala ekonomi, menjadi mengedepankan faktor historis, dapat membenarkan intevensi (pada kasus tertentu) dan menerima perubahan struktural akibat faktor eksogen. Pengembangan empiris dari perspektif ini terjadi dalam kajian ekonofisika. Perkembangan termuktahir dari ekplorasi teoretis dan empiris tersebut seyogyanya menjadi cakrawala baru dalam melihat sistem ekonomi ke depan.

Mari menghadiri acara diskusi ini. Acara ini terbuka untuk umum dan tak memungut bayaran. Informasi lebih jauh mengenai acara ini adalah sebagai berikut:

Pembicara: Rolan M. Dahlan, Peneliti Dept. Ekonomi Evolusioner, Bandung Fe Institute
Moderator: Hokky Situngkir, Bandung Fe Institute
Waktu: Rabu, 28 Maret 2012, pukul 19.00 WIB
Tempat: Freedom Institute, Jl.Proklamasi No.41, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara ini terbuka untuk umum dan peserta tidak dikenakan biaya.

Terimakasih.
Freedom Institute

Bahan Diskusi

telah dibaca : 855

BERITA SEBELUMNYA
imageKebebasan seperti apakah yang paling penting untuk kehidupan manusia? Isaiah Berlin membagi dua jenis kebebasan dalam bukunya "Two Concept Of Liberty". Pertama adalah kebebasan negatif yaitu kondisi yang meniadakan penghalang kebebasan. Kedua adalah kebebasan positif yang mengandaikan manusia bisa bebas melakukan hal-hal yang baik dan positif. Konsep negatif di atas telah mengilhami beberapa ide yang serupa dari Friedrich Hayek, Milton Friedman, hingga Amartya Sen. Forum Freedom pada hari Kamis, 5 April 2013 menyelenggarakan diskusi untuk membahas hal tersebut bersama Robertus Robet dari Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan Romo A. Setyo Wibawa dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Ulil Abshar Abdalla dari Freedom Institute menjadi moderator dalam diskusi kali ini.

Romo Setyo yang mendapat giliran pertama untuk berbicara. Di awal bahasannya, Romo berbicara tentang artikel Fred Mcmahon yang menjadi referensi diskusi kali ini.
imageGedung serbaguna Wisma Proklamasi di sore 23 April itu dipenuhi oleh kaum muda yang datang untuk menonton dan mendiskusikan film “Rectoverso” yang dipilih oleh kine klub kerjasama Freedom Institute dan The Japan Foundation untuk menyambut Hari Kartini. Film berdurasi 110 menit ini menarik antara lain karena menonjolnya sosok perempuan, baik yang berperan di depan kamera, dan terutama yang bekerja di belakang lensa. Berangkat dari “novel” karya Dewi Lestari (Dee), film ini menghadirkan lima cerita yang masing-masing disutradarai oleh lima perempuan yang selama ini lebih dikenal sebagai aktris. Mereka adalah Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lidya, dan Happy Salma.

Dalam diskusi yang berlangsung seru itu, peran perempuan memang sempat dibahas, tapi dengan segera topik ini mundur menyisihkan diri. Paparan yang disampaikan oleh pembicara Marcella Zalianty (produser “Rectoverso”, surtadara “Malaikat Juga Tahu”) dan Olga Lydia (sutradara “Curhat untuk Sahabat”) memancing tanggapan dari peserta diskusi untuk membahas:
imageBeberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 13 April 2013 Perpustakaan Umum Freedom menerima kunjungan dari SD, SMP serta SMK Lazuardi yang merupakan sekolah Islam yang didirikan oleh Yayasan Lazuardi Hayati yang berwawasan global dan menerapkan kurikulum internasional dari University Of Cambridge International Examinations. Yayasan Lazuardi Hayati ini berpandangan Islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students).

Dalam rangka memperingati Hari Buku Dunia atau yang disebut dengan World Book Day yang bertepatan pada tanggal 23 April 2013 para guru dari Sekolah Lazuardi memilih Perpustakaan Umum Freedom sebagai salah satu tujuan kunjungan. Adapun tujuan dari kunjungan kali ini adalah untuk mengenalkan para siswa pada perpustakaan.
image100 Kali sudah, Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) telah mengadakan pertemuan bulanannya. Berarti sudah 8 tahun 4 bulan usianya kini. Dan tidak terasa juga sudah 1 tahun, KJK mengadakan pertemuannya di Wisma Proklamasi, Jl.Proklamasi no.41 Jak-Pus @freedominstitute. Tempat yang begitu asri, dan sangat cocok sekali untuk kegiatan sebuah komunitas seperti KJK ini. Dan yang terpenting Freedom Institute dan KJK memiliki visi dan misi yang sama. Ini membuat KJK seperti di rumah sendiri dan terasa sekali disupport, diapreasiasi di saat main dan tidak main.

Pertemuan seperti biasanya dimulai pada pukul 1 siang. Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Yang biasanya, pada pukul 13.00-15.00, adalah acara Nonton Bareng, selama 2 jam penuh, dan diputarkan film Jazz yang langka, tentang sebuah tokoh, atau cerita cerita yang berkaitan dengan perkembangan dan sejarah jazz. Kali ini yang diputar adalah film “Beben Jazz- Totalitas sebuah pengabdian” (wah, film tentang saya nih).
Laporan Kegitan Freedom Institute 2011 EFN Converence Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi banner freelib banner diskusi banner penghargaan
VIDEO PROFIL


VIDEO
FOTO


Â