Pemilihan Umum 1999 : Demokrasi atau Rebutan Kursi?
Penerbit: Jakarta : Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, 1999
Jumlah halaman: viii, 131 hal.
Dalam edisi minggu ketiga Juni 1999 majalah The Economist memberikan penilaian terhadap pemungutan suara nasional ke delapan di Indonesia yang berlangsung 7 Juni 1999: "Pemilihan Umum 1999 merupakan pemilu demokratis kedua selama Indonesia merdeka." Pemilu sebelumnya yang juga dianggap relatif demokratis adalah pemilu pertama 1955. Seperti pada pemilu 1955, pemilu yang diselenggarakan pada masa pemerintahan singkat Habibie ini dianggap tidak hanya berlangsung 'luber' (langsung, umum, bebas dan rahasia), namun juga 'jurdil' (jujur dan adil). Namun benarkah semua ini? Apakah pemilu tahun 1999-pemilu pertama setelah runtuhnya Orde Baru-patut mendapatkan penilaian setinggi itu? Bukankah banyak pihak yang menganggap bahwa masih banyak terjadi 'main mata', 'tukar guling', dan 'dagang sapi'? Bagaimana pula kaitan pemilu ini dengan 'tragedi pemilihan presiden'? Semua pertanyaan inilah yang coba dibahas dan dijawab secara kritis dan analitis dalam buku ini.
Data Buku »
Against interpretation and other essays
Penerbit: New York : Farrar, Straus and Giroux, 2001
Jumlah halaman: xi, 312 hal.
Against Interpretation and Other Essays adalah kumpulan esai pertama Susan Sontag dan telah menjadi buku klasik modern. Diterbitkan pertama kali 1966, buku ini tidak pernah berhenti diterbitkan dan telah mempengaruhi beragam generasi pembaca di seluruh dunia. Buku ini memuat esai Sontag yang terkenal Notes on Camp dan Against Interpretation, serta ulasannya yang mendalam tentang Sartre, Camus, Simone Weil, Godard, Beckett, Levi-Strauss, film-film fiksi ilmiah, psikoanalisis, dan pemikiran relijius kontemporer.
Data Buku »
![]()
Perpustakaan adalah salah satu kegiatan utama Freedom Institute yang telah ada sejak lembaga ini berdiri. Pada mulanya hanya beberapa belas buku, tapi kemudian berkembang dengan cepat. Hingga April 2008, jumlah buku yang ada di perpustakaan ini telah mencapai 11401 eksemplar dengan beragam subyek dan judul; 65% dari jumlah itu berasal dari pembelian, 24% berasal dari sumbangan, dan sisanya berasal dari tukar-menukar. Sebagian besar buku ini sudah diklasifikasi dengan rapi.
Jam Buka Perpustakaan
hari Senin-Jumat, pukul 09.00-19.00 WIBhari Sabtu, pukul 10.00-17.00 WIB
Minggu dan Hari besar nasional tutup.
Selain buku, perpustakaan Freedom juga mengoleksi dan berlangganan beberapa majalah dan jurnal, baik nasional maupun internasional. Hingga kini, perpustakaan Freedom berlangganan tak kurang dari 60 jurnal dan majalah yang terbit di luar negeri, termasuk Asian Survey, Bulletin of Indonesian Economic Studies, Commentary, Critical Inquiry, Dissent, Foreign Affairs, Journal of Democracy, London Review of Books, New Left Review, New York Review of Books, Policy Review, Political Science Quarterly, The Indonesian Quarterly, The National Interest, Washington Quarterly, World Politics dan World Trade Review.
Di samping terus menambah koleksinya, perpustakaan Freedom terus memperbaiki layanan untuk para pengunjungnya. Sejak 2004, katalog buku- buku perpustakaan Freedom bisa diakses lewat situs web, yang sangat membantu memudahkan para pengguna untuk mencari dan mengecek buku yang diinginkan. Para pengunjung bisa melakukan pencarian buku dari beberapa komputer yang disediakan di ruang perpustakaan.
Selain komputer khusus untuk pencarian buku, perpustakaan Freedom juga menye- diakan beberapa komputer lain yang bisa digunakan untuk browsing dan mengecek email. Dengan jumlah komputer yang terbatas, tentu saja para pengunjung harus memakainya secara bergantian. Namun demikian, bagi para pemilik laptop yang telah memiliki wi-fi, perpustakaan Freedom menyediakan hotspot gratis yang bisa diakses dari setiap sudut ruangan perpustakaan.
Perpustakaan Freedom buka setiap hari kerja mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 19.00 malam, dan Sabtu mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.