9 September 2010

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

banner
PERPUSTAKAAN FREEDOM INSTITUTE

Detail Buku

Multiculturalism : Examining the Politics of Recognition
Multiculturalism : Examining the Politics of Recognition Penulis: Taylor, Charles
Penerbit: Princeton : Princeton University Press, 1994
Kolasi: xv, 175 hal.
No. DDC : 320.51
No. Urut: D(011)
Subjek: Politik - Liberalisme, Komunitarianisme dan Multikulturalisme



Ringkasan:

With commentary by K. Anthony. Appiah, Jürgen Habermas, Steven C. Rockefeller, Michael Walzer, and Susan Wolf Edited and introduced by Amy Gutmann

Dalam edisi barunya, buku Multiculturalism and “The Politics of Recognition” ini menyajikan suatu perdebatan di antara para filosof dan ilmuwan sosial ternama tentang kontroversi politik menyangkut persoalan multikulturalisme. Penyelidikan awal Charles Taylor, yang mengulas apakah institusi-institusi pemerintahan liberal demokratis menyediakan ruangan—atau seharusnya menyediakan ruangan—bagi pengakuan akan nilai dari suatu tradisi budaya yang berdiri sendiri, tetap menjadi tema-utama perdebatan dalam buku ini. Buku ini kini disertai dengan esai Jurgen Habermas tentang persoalan pengakuan dan negara konstitusional demokratis dan komentar K. Anthony Appiah tentang ketegangan antara identitas personal dan kolektif, seperti identitas-identitas yang dibentuk oleh agama, gender, etnisitas, ras, dan seksualitas, dan kecenderungan yang berbahaya dari politik multikultural untuk mengabaikan ketegangan seperti itu. Esai-esai tersebut melengkapi esai-esai dari para pemikir ternama lain yang telah muncul dalam edisi awal buku ini, para pemikir yang menghubungkan tuntutan akan pengakuan dengan persoalan pendidikan multikultural, feminisme dan separatisme kultural.

Charles Taylor adalah Profesor Filsafat dan Ilmu politik di Universitas McGill; K. Anthony Appiah adalah Profesor Kajian Afro-Amerika dan Filsafat di Universitas Harvard; Jurgen Habermas adalah Profesor Filsafat di Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt am Main. Dst.


Yahoo Messenger: perpustakaan_freedom Yahoo Messenger

BUKU TERBARU
BUKU PILIHAN BULAN
AUDIO
fins-podcast