4 Februari 2012
  • Yahoo Messenger

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

banner
Bahan Untuk Jumpa Pers:

EVALUASI KEBIJAKAN PENGALIHAN SUBSIDI BBM 1 APRIL 2012

image
Subsidi energi, khususnya BBM di tahun 2011 telah melampaui batas kewajaran. Target penghematan premium pada tahun 2011 adalah 3,2 juta kiloliter (KL), setara Rp5,84 triliun, namun, realisasi BBM tahun 2011 justru 3,3% lebih besar dari kuota yang telah ditetapkan oleh APBN-P 2011. Subsidi energi, BBM dan listrik, meningkat dua kali lipat dari Rp140 triliun di tahun 2010 menjadi sekitar Rp250 triliun di tahun 2011, atau telah mencapai total Rp390 triliun dalam dua tahun. Proyeksi konservatif pengeluaran subsidi energi selama pemerintahan SBY dalam KIB II adalah minimum Rp700 triliun.

Pemerintah dan DPR telah membuat keputusan mengenai pembatasan Premium bersubsidi dalam APBN 2012. Penjelasan pasal 7 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 mengamanatkan pemerintah melakukan pembatasan premium untuk roda empat milik pribadi di Jawa dan Bali mulai 1 April 2012.
share on facebook share on twitter
BERITA SEBELUMNYA
imagePembaca bahasa Indonesia akhirnya dapat menikmati terjemahan The Road to Serfdom karya Friedrich A. Hayek (1899-1992), dengan judul Ancaman Kolektivisme. Buku termasyur Hayek yang pertama kali terbit pada 1944 ini memperingatkan bahaya perencanaan terpusat demi keadilan sosial dan pemerataan ekonomi ala sosialisme.

Diskusi buku ini di Wisma Proklamasi pada Kamis, 28 Oktober lalu membahas sejauh mana karya Hayek ini masih relevan untuk publik Indonesia. Pembicara dalam diskusi ini: sejarawan ekonomi Thee Kian Wie (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan intelektual Islam Ulil Abshar Abdalla (Direktur Program Freedom Institute). Moderator diskusi: Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni lokakarya liberalisme dasar Akademi Merdeka. Jumlah peserta sekitar 100 orang.
image Diskusi seri ke-2 Kompleksitas yang diselenggarakan Freedom Institute dan Bandung Fe Institute, mengambil tema “Kompleksitas Budaya dan Renesans Indonesia”. Diskusi yang dipimpin oleh moderator Nirwan A. Arsuka ini diawali dengan pemaparan bertajuk “Menjelaskan Kemajuan/Kekuatan Bangsa-bangsa” oleh I Gde Raka, seorang guru budaya dan manajemen inovasi yang pernah menjabat Kepala Pusat Penelitian Teknologi Institut Teknologi Bandung, dilanjutkan dengan paparan berjudul “Dari Kompleksitas Budaya Tradisi Ke Renesans Indonesia” oleh Hokky Situngkir, Presiden Bandung Fe Institute.

Dalam pemaparannya, I Gde Raka menyoroti perspektif yang sangat sederhana dari Jared Diamond (berdasarkan bukunya yang berjudul “Guns, Germs, and Steel: The Fates of Human Societies,”   terbit tahun 1997), bagaimana bangsa-bangsa Eropa bisa maju dan menaklukkan Amerika dan Australia oleh dukungan (kebetulan, accidental)
image Hubungan negara dan agama merupakan isu yang cukup tua di Indonesia. Pada setiap pembahasan mengenai hubungan negara dan agama, biasanya dua kubu selalu diperhadapkan. Di satu kubu berdiri kaum agama yang diandaikan sepenuhnya menolak ide pemisahan agama dan negara. Sementara ada kubu di seberangnya yang memiliki pandangan berbeda.

Diskusi Freedom Institute, 11 Agustus 2011, mencoba mengekplorasi perdebatan di kalangan kaum agama (Islam) sendiri mengenai isu hubungan negara dan agama, khususnya negara Islam. Diskusi ini sendiri membahas satu buku baru yang ditulis oleh Luthfi Assyaukanie, Ideologi Islam dan Utopia: Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia.”
image Freedom Institute bersama Pusat Studi Kompleksitas Sosial di Indonesia: Bandung Fe Institute mengadakan diskusi serial yang membedah ke-Indonesia-an dalam perspektif ilmu-ilmu kompleksitas sosial. Diskusi serial ini direncanakan akan berlangsung sebulan sekali. Diskusi pertama telah dimulai pada hari Rabu, 14 September 2011 yang lalu, dengan mengetengahkan Direktur Bandung Fe Institute, Hokky Situngkir, sebagai pembawa diskusi yang dimoderatori oleh Nirwan A. Arsuka. Dalam diskusi bertema “Menuju Wawasan Kompleksitas untuk Memahami Narasi Kompleksitas Negeri” tersebut diketengahkan berbagai fondasi dasar trans-disiplin yang menjadi latar belakang teoretis dan empiris ilmu-ilmu kompleksitas.
Laporan Kegitan Freedom Institute 2011 EFN Converence Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi banner freelib banner diskusi banner penghargaan
VIDEO PROFIL


VIDEO
FOTO


Â