Penghargaan Achmad Bakrie 2005
Nov 05

Penghargaan Achmad Bakrie 2005

Penghargaan Achmad Bakrie 2005

Jum'at, 19 Agustus 2005


abaHari/Tanggal: Senin, 15 Agustus 2005
Jam: 18.30-selesai
Tempat: Hotel Nikko-Jakarta

Freedom Institute hendak mengusahakan lingkungan yang menyebarkan keperintisan di bidang pemikiran sosial dan kesusastraan. Usaha ini merupakan bagian dari tujuan Freedom Institute yang lebih luas, yaitu memajukan kehidupan intelektual di Indonesia. Salah satu visi dasar lembaga ini adalah bahwa kehidupan pemikiran yang bebas, sarat dengan perdebatan yang produktif, penuh antusiasme, dan dilandasi oleh integritas intelektual yang tinggi merupakan unsur penyubur kehidupan demokrasi. Dengan kata Lain, kehidupan pemikiran yang subur dan bebas adalah modal sosial bagi demokrasi di Indoensia.

Tradisi penghargaan atas karya pemikiran dan penciptaan artistik sudah menjadi praktik lazim dalam dunia intelektual. Penghargaan berskala internasional seperti Hadiah Nobel selalu menjadi impian para perintis pemikiran dan penciptaan di seluruh dunia. Tradisi serupa juga di kenal di Indonesia, meski belum mangakar dan mencapai reputasi yang kokoh. Kita mengenal, antara lain, penghargaan tahunan oleh Yayasan Buku Utama untuk buku-buku terbaik dalam berbagai bidang. Sejumlah lembaga atau pribadi di beberapa daerah juga merintis pemberian penghargaan yang serupa, khususnya di bidang kesusastraan.

Freedom Institute mencoba meneruskan tradisi pemberian penghargaan di bidang kreativitas akal budi ini dengan Penghargaan Achmad Bakrie, yang diberikan setiap tahun pada Agustus, bulan kemerdekaan negeri kita. Pengharagaan untuk "prestasi seumur hidup" ini diberikan untuk dua kategori: prmikiran sosial dan kesusastraan.

Penghargaan Achmad Bakrie pertama kali diberikan pada 2003, dengan pemenang Ignas Kleden untuk pemikiran sosial dan Sapardi Djoko Damono untuk kesusastraan. Pada 2004, penghargaan yang sama dianugerahkan kepada masing-masing Nurcholis Madjid dan Goenawan Mohamad. Penghargaan Achmad Bakrie 2005 diberikan kepada Sartono Kartodirdjo dan Budi Darma, masing untuk pemikiran sosial dan untuk kesusastraan. Tahun ini pula Freedom Institute memberikan penghargaan khusus bidang Kedokteran untuk Sri Oemijati.

Author: administrator
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+