Laporan Diskusi Forum Politik: Politik dan Pemberantasan Korupsi
Feb 19

Laporan Diskusi Forum Politik: Politik dan Pemberantasan Korupsi

DB140212-10c_zps245c91a4

Laporan Diskusi Freedom Institute dan Friedrich Naumann Foundation for Freedom

Tahun 2014 adalah tahun penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di tahun tersebut terdapat dua momentum rakyat menentukan arah perjalanan bangsa: pemilihan calon legislatif dan pemilihan presiden. Keduanya mempunyai peranan penting dalam perbaikan bangsa Indonesia. Anggota legislatif yang berintegritas dan berkualitas akan menghasilkan produk legislatif yang juga berkualitas bagi rakyat. Sehingga dalam rangka mengenalkan calon-calon legislatif yang berkualitas, Freedom Institute mengadakan diskusi dengan perwakilan setiap partai, dalam berbagai tema. Yang kali ini mengambil tema “politik dan pemberantasan korupsi”. Taufik Basari (Partai Nasional Demokrat), Didi Irawadi (Partai Demokrat), dan Roni Dwi Susanto (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Didi Irawadi yang mengawali diskusi menyatakan bahwa korupsi dan politik adalah keterkaitan yang sulit dipisahkan. Negara-negara di seluruh dunia tidak bisa dilepaskan dari korupsi, walaupun di negara-negara maju sekalipun. Menurut Didi, walaupun banyak politisi yang digelandang ke bui karena kasus korupsi tidaklah begitu penting. Yang penting adalah bagaimana partai politik menyikapi kadernya yang terkena kasus korupsi. Partai Demokrat selama ini cukup tegas dalam bersikap. Dalam kasus petinggi Demokrat yang terkena kasus korupsi, Partai Demokrat mengambil sikap yang tegas dan kooperatif dalam pemberantasan korupsi. Padahal, dalam waktu yang bersamaan di DPR sedang dibahas revisi UU Tipikor yang berpotensi melemahkan KPK. Namun Partai Demokrat tetap berdiri di barisan penentang pelemahan KPK.

Taufik Basari yang merupakan politisi baru, mengungkapkan curahan hatinya. Taufik sebelumnya menjadi aktivis anti-korupsi dan aktif menyuarakan pemberantasan korupsi. Dalam diskusinya dengan berbagai rekan sesama aktivis, kesimpulan berujung bahwa arena politik harus diisi oleh orang-orang baik. Selama ini pos-pos partai politik maupun birokrasi diisi oleh orang-orang yang korup. Sehingga ketika Taufik mendapat tawaran dari Surya Paloh yang baru saja mendirikan partai, kesempatan memperbaiki gelanggang politik muncul. Sehingga dari jalan partai tersebut Taufik memperjuangkan pemberantasan korupsi. Misalnya, dalam memberantas politik uang dalam kampanye, Taufik seringkali berpikir bagaimana caranya pelaku politik uang merasa malu melakukannya. Sehingga tidak ada lagi yang bermain politik uang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyertakan kepala Litbang-nya, Roni Dwi Susanto menceritakan upaya untuk mengedukasi elemen-elemen dalam politik. Dalam kasus pemilu, usaha KPK mendidik pemilih tidak kalah keras. Hal ini dianggap sebagai usaha paling vital untuk mengurangi politik uang. Roni menceritakan di suatu kampung terdapat beberapa orang yang memasang spanduk “menerima serangan fajar” ketika masa pilkada. Hal tersebut menunjukkan betapa kronisnya masalah korupsi di negeri ini.

 

Dalam sesi pertanyaan muncul beberapa pertanyaan. Salah satunya bertanya tentang solusi mengurangi korupsi secara struktural di Indonesia. Salah satu peserta diskusi mengusulkan agar infrastruktur partai politik didanai oleh negara melalui APBN. Beberapa pembicara menyatakan setuju dan tidak setuju. Didi Irawadi misalnya, setuju akan hal ini. Didi mengutip wacana akhir-akhir ini tentang dana saksi, yang menurutnya akan menolong partai-partai. Sebaliknya Taufik Basari menyatakan ketidaksetujuannya. Taufik menilai dana saksi merupakan bentuk dari politik uang terselubung, karena saksi partai tertentu pasti akan memilih partai yang diawasinya. Sedangkan Roni Dwi Susanto menganggap bila partai dibayai negara maka anggota partai menjadi aparatur negara, yang konsekuensinya, harus melaporkan penghasilan pribadi layaknya pejabat negara.

Dokumentasi:

Audio

Foto

Video

Author: Wahyu
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

©2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+