Penghargaan Achmad Bakrie 2007
Nov 05

Penghargaan Achmad Bakrie 2007

Penghargaan Achmad Bakrie 2007

Senin, 13 Agustus 2007


abaHari/Tanggal: Selasa, 14 Agustus 2007
Jam: 18.30-21.30
Tempat: Hotel Nikko, Ruang Diamond - Jakarta

Freedom Institute percaya bahwa kehidupan pemikiran yang bebas, yang sarat dengan perdebatan yang produktif, penuh antusiasme, dan dilandasi oleh integritas intelektual yang tinggi meru­pakan unsur penyubur kehidupan demokrasi. Dengan kata lain, kehidupan pemikiran yang subur dan bebas adalah modal sosial bagi demokrasi di Indonesia. Itulah sebabnya Freedom Institute meng­upayakan lingkungan yang mendukung lahirnya keperintisan, penca­paian, maupun pengabdian dalam kesenian dan ilmu pengetahuan. Penghargaan untuk karya pemikiran, penelitian, dan penciptaan artistik sudah menjadi praktik lazim dalam dunia intelektual. Penghar­gaan berskala internasional seperti Hadiah Nobel selalu menjadi impian para perintis pemikiran dan penciptaan di seluruh dunia. Tradisi serupa juga dikenal di Indonesia, meski belum mengakar dan mencapai repu­tasi yang kokoh. Kita pernah mengenal, antara lain, penghargaan tahunan oleh Yayasan Buku Utama untuk buku-buku terbaik dalam berbagai bidang. Sejumlah lembaga atau pribadi di beberapa daerah juga merintis pemberian penghargaan serupa, khususnya di bidang kesusastraan dan kesenian.

Freedom Institute meneruskan tradisi pemberian penghargaan di bidang kreativitas akal budi ini dengan Penghargaan Achmad Bakrie sejak 2003, pada setiap menjelang Hari Kemerdekaan, untuk pemikiran sosial dan kesusastraan, sejak 2005 menambah penghargaan untuk kedokteran.Dan di tahun 2007 ini untuk sains dan teknologi. Para pemenang penghargaan ini adalah mereka yang telah menghasilkan prestasi puncak sekaligus memperbaharui bidang masing-masing.

Mereka yang telah beroleh Penghargaan Achmad Bakrie adalah Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohamad, Budi Darma, dan Rendra (sastra), Ignas Kleden, Nurcholish Madjid, Sartono Karto­dirdjo, dan Arief Budiman (pemikiran sosial), dan Sri Oemijati dan Iskandar Wahidiyat (kedokteran). Adapun pemenang tahun ini adalah Putu Wijaya (sastra), Franz Magnis-Suseno (pemikiran sosial), Sang­kot Marzuki (kedokteran), Jorga Ibrahim (sains), dan Balai Besar Pene­litian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Subang (teknologi). •

Author: administrator
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

©2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+