Penghargaan Achmad Bakrie 2003
Feb 15

Penghargaan Achmad Bakrie 2003

Freedom Institute juga mengusahakan lingkungan yang menyebarkan keperintisan di bidang pemikiran sosial dan kesusastraan. Usaha ini merupakan bagian dari tujuan Freedom Institute yang lebih luas, yaitu memajukan kehidupan intelektual di Indonesia. Salah satu visi dasar lembaga ini adalah bahwa kehidupan pemikiran yang bebas, sarat dengan perdebatan yang produktif, penuh antusiasme, dan dilandasi oleh integritas intelektual yang tinggi merupakan unsur penyubur kehidupan demokrasi. Dengan kata lain, kehidupan pemikiran yang subur dan bebas adalah modal sosial bagi demokrasi di Indonesia.

Tradisi penghargaan atas karya pemikiran dan penciptaan artistik sudah menjadi praktik lazim dalam dunia intelektual. Penghargaan berskala internasional seperti Hadiah Nobel selalu menjadi impian para perintis pemikiran dan penciptaan di seluruh dunia. Tradisi serupa juga dikenal di Indonesia, meski belum mengakar dan mencapai reputasi yang kokoh. Kita mengenal, antara lain, penghargaan tahunan oleh Yayasan Buku Utama untuk buku-buku terbaik dalam berbagai bidang. Sejumlah lembaga atau pribadi di beberapa daerah juga merintis pemberian penghargaan yang serupa, khususnya di bidang kesenian dan kesusastraan.

Freedom Institute meneruskan tradisi pemberian penghargaan di bidang kreativitas akal budi ini dengan Penghargaan Achmad Bakrie sejak 2003, pada setiap menjelang Hari Kemerdekaan. Pada mulanya ada dua kategori penghargaan, yakni kategori pemikiran sosial dan kategori kesusastraan. Pada 2005, Freedom Institute menambah penghargaan untuk kedokteran, dan pada 2007, kategori itu ditambah lagi, yakni dalam bidang sains dan teknologi. Para pemenang penghargaan ini adalah mereka yang telah menghasilkan prestasi puncak sekaligus memperbaharui bidang masing- masing. Jumlah hadiah yang diberikan sebesar Rp. 100.000.000.

Nama "Achmad Bakrie" diabadikan untuk mengenang jasa Achmad Bakrie, ayah dari Aburizal Bakrie, pendiri dan donatur utama Freedom Institute. Achmad Bakrie dilahirkan di Lampung pada 1 Juni 1916. Ia adalah seorang pengusaha sukses yang dikenal gigih dan mencintai ilmu pengetahuan. Bakrie memulai usahanya sebagai seorang pedagang karet dan rempah- Penghargaan rempah di Lampung. Setelah merasa semakin sukses, pada 10 Februari 1942, dia mendirikan Bakrie & Brothers, sebuah perusahaan yang kelak menjadi induk bagi bisnis Bakrie. Setelah Achmad Bakrie wafat pada 15 Februari 1988, Bakrie & Brothers diteruskan oleh Aburizal Bakrie, putra tertuanya.

Selain Penghargaan Achmad Bakrie, Freedom juga memberikan Penghargaan Ahmad Wahib. Penghargaan berbentuk uang senilai Rp. 30.000.000 ini diberikan kepada para mahasiswa yang berhasil memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan oleh panitia yang telah ditunjuk Freedom Institute. Penghargaan ini untuk mengenang Ahmad Wahib, seorang intelektual Muslim yang meninggal pada usia muda. Wahib dikenal karena catatan harian-nya yang banyak memberikan inspirasi kaum muda dalam berpikir dan bersikap merdeka. Freedom Institute berharap dengan menyelenggarakan perlombaan menulis dan pemberian hadiah kepada pemenangnya, akan tumbuh keberanian untuk berpikir bebas di kalangan generasi muda Indonesia.

Author: administrator
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+